Selasa, 12 November 2013

Menjemput Sukses

Assalamu'alaikum
Luarrrrrr Biasa ...Luarrrrr Biasa
hemmmmm Alhamdulillah

Ternyata hari hari kita selalu saja ada yang mengejutkan (tapi yang baik baik lho) ,dari mulai bangun tidur hingga tidur lagi (kaya lagunya  Almarhum mbah surip)hehe hehe
tapi iya lho itu benar dan memang terjadi dan mungkin hanya sebagian orang saja yang tidak menyadari hal tersebut.mungkin juga sadar tapi cuek aja alias masa bodo...
nah bagi bro n sis yang mau buktiin hal ini ,coba saja esok pagi perhatikan benar benar apa yang kita alami mulai bangun tidur coba di perhatikan secara seksama apa ada hal yang membuat anda terkejut jika tidak cari terus hingga dapat tapiiiii kalo tidak dapat juga berarti sudah takdir bro n sis kali yang tidak mendapatkan hal yang mengejutkan ha ha ha
lalu apa hubungannya dengan judul menjemput sukses ? ooo pasti ada ,hubungannya adalah bila bro n sis mendapatkan hal yang baik dan mengejutkan segeralah untuk meraihnya dan segeralah bersyukur mudah mudahan itu adalah bagian  dari menjemput kesuksesan anda .....

sukses selalu bro lupakan apayang susah dan gapai yang mudah ya

Sabtu, 27 April 2013

SPIRULINA WAHIDA INDONESIA



Spirulina  WI hasil budidaya PT Trans Pangan Spirulindo (TPS) di Teluk Awur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Ketika Trubus ke sana tampak bak-bak berisi air kehijauan, pipapipa, dan selang berkelindan di bangunan yang berderet-deret di lahan 4 ha. Di bak-bak itulah TPS membibitkan Spirulina platensis. TPS mengelola 5 kolam dari 9 kolam tersedia di sana. Ukuran kolam 20 m x 10 m.
Perusahaan pangan itu membudidayakan spirulina dengan teknologi mutakhir. Media spirulina berupa air laut yang dimurnikan dengan filter mekanik, biologis, kimiawi, dan sinar ultraviolet. Penyaring mekanik berupa mesin diesel 11,4 PK berkekuatan sedot 30 m3 per jam. Mesin menyedot air laut melalui pipa-pipa besi berdiameter 25 cm yang ditanam di bawah dermaga. Dari pompa diesel, air mengalir ke pompa filter berkekuatan 15 m3 per jam.
Di pompa filter itulah terjadi penyaringan mekanik dengan 2 tingkat ukuran filter. Setelah itu barulah dilakukan penyinaran ultraviolet. Arif Sudarminto, asisten koordinator produksi, menjaga salinitas air pada 20 – 30 ppt persis habitat asli Spirulina platensis. Jika salinitas lebih besar, ia menambahkan air tawar. Sebaliknya bila salinitas anjlok, ia menambahkan air laut. Alumnus Biologi Universitas Gadjah Mada itu mensterilkan air di bak penampungan dengan memberi 30 ppm kaporit. Air diendapkan semalam dengan blower menyala untuk menghilangkan ion klorin (Cl-) dari ikatan kaporit sehingga keluar menjadi gas klorin (Cl2). Penyaringan air berikutnya secara mekanik dengan saringan 1 mikron. Setelah itu diblower sehari semalam agar kandungan oksigen naik kembali. Air steril itulah yang dimanfaatkan sebagai media spirulina. Sejak air disedot sampai siap pakai, memerlukan waktu minimal 3 hari.
Mutu
Singkat kata TPS memproduksi spirulina dengan tingkat higienitas amat tinggi. Arif Sudarminto, asisten koordinator produksi, mengatakan kapasitas produksi TPS 300 kg spirulina sepekan. Namun, kini produksi baru 120 kg per bulan. Pada Maret 2010 TPM meningkatkan produksi sesuai kapasitas mesin. Spirulina dari TPS itulah yang antara lain dikonsumsi Munifah.
Itu membuktikan bahwa kualitas spirulina itu setara dengan spirulina impor yang kini banyak beredar di Indonesia. Hasil uji laboratorium Balai Besar Industri Agro menunjukkan spirulina produksi TPS antara lain mengandung 69% protein, 377 kal energi, 189 mg vitamin C, dan 1.376 mg fosfor. Itu setara standar mutu spirulina dari mancanegara. Aunu Rofiq dari TPS mengatakan seorang importir yang biasa mendatangkan spirulina dari Tiongkok meragukan hasil laboratorium itu.Ia membawa sampel dan menguji ulang di Kualalumpur, Malaysia. Hasilnya sama. Oleh karena itu importir memesan rutin 20.000 botol spirulina masing-masing 60 kapsul per botol